liriki lirik ini

Oktober 9, 2008

Beberapa hari yang lalu, gue menemukan lagu dengan lirik yang begitu naif dan straightforward…

Masih kusimpan cintaku padamu
Tak ada tempat sembunyi
Tak ada kata tunggu
Tak ada tempat berdusta
Tak ada dunia seluas ini
Jangan susahkan hatiku..

Mata hatiku mengungkapmu
Dalam hidup terombang-ambing
Orang gila macam apa engkau dan aku ?
Sangat ketakutan
Katakan mengapa ?
Jangan susahkan hatiku
Jangan susahkan hatiku

Masih kusimpan cintaku padamu

Engkau buat janji dengan pasti
Engkau melingkar dalam hatiku
Engkau menghantui pikiranku
Tidak mau hilang
Jangan susahkan hatiku..
Jangan susahkan hatiku..

Still I give my love for you
No place to hide, nowhere to go
No word to lie, no world so wide
At second time I’m telling you
Don’t let me down and down and down
Don’t let me down and down and down

Still I give my love for you
Still I give my love for you

Bisa tebak lagu siapa ini?

The one & only David Bowie…dengan judul”Jangan Susahkan Hatiku” dari album “Black Tie White Noise”

Penasaran lagunya kayak apa? Keren deh…sayang gue ngga bisa share file-nya!

*lyrics & pic courtesy of indolawas

Tau Yeah Yeah Yeahs? Gha tau juga gak papa…hehehe… Yah let me tell a bit about this group. Mereka adalah sebuah grup band asal NY yang ngebawain musik yang konon disebut avant garde garage rock. Pastinya yang kupingnya Top 40 akan bilang “Busyet bujubuneng, lagu apaan nih…” Yeah, meskipun begitu, banyak loh yang suka. Suatu kali di kampus, gue pernah ngeliat cewe yang mencoret sepatu Conversenya dgn spidol hitam bertulisan yah itu…Yeah Yeah Yeahs! Dan boong banget kalo lo ke mall gha pernah melihat ada cewe-cewe yang bergaya seperti mbak yang di tengah..

yah rambutnya atau gaya berpakaiannya lagi ditiru abis lah…

Sebenernya yang gue pengen kasih tau bukan soal band ini, tapi tentang si gitarisnya. Namanya Nick Zinner. Profesi tentu saja gitaris. Kalo profesi terselubung? Nah pasti belum tau kan? Pekerjaan Nick yang tak banyak orang tau adalah sebagai…jeng jeng…duta pariwisata Indonesia!

Heh? Nick dulu sempat sekolah di JIS dan menetap di Jakarta dan Bali selama beberapa tahun. Dia sangat sangat suka dengan Indonesia, sampai seperti ini…

Ini adalah foto close-up dari gitar yang dimainkan Nick di salah satu show Yeah Yeah Yeahs. Sebelah atas bisa dilihat stiker “I Love Indonesia”, di bawah kanan ada stiker ‘fenomenal’ (pada jamannya) yaitu “50 tahun Indonesia Merdeka”! Mungkin dia dapet dari membayar listrik atau PBB…hehehe…Melihat dari stikernya, mungkin Nick ada di Indonesia sekitar tahun 1995.

Tak sadar dan tak dibayar, Nick Zinner telah mengiklankan Indonesia di luar sana. Tak tanggung-tanggung, promosinya masuk langsung ke kalangan musik indie!

Thanx Nick!

anantha’s musical journey

September 3, 2006

Ini bukan cerita atau kisah perjalanan hidup gue disertai iringan musik…bukan juga perjalanan gue bermain musik…Ini adalah perjalanan mendengarkan musik dari lahir ceprot sampe menginjak twenty something seperti saat ini. Selamat mengikuti…

masa kecil yang polos dan imut2

Gue dulu suka banget dengan film-film Disney, sampe beranggapan kalo udah nonton filmnya, maka harus beli albumnya. seperti OST Lion King

dan OST Aladdin…

Nyokap gue dengan santainya juga menjejalkan beberapa aliran yang sepantasnya anak kecil tidak menerimanya, seperti album Greatest Hits-nya Queen

dan album A Touch of David Foster (damn..gue merasa ini adalah penyebab ke-mellow-an gue selama ini…)

Itu tadi dari sisi nyokap. Gue baru membongkar koleksi kaset bokap pas kelas 6 esde. Putar kaset sana sini, dan menemukan beberapa album yang menarik, seperti Sergio Mendes-Brasileiro

cukup world music bukan? tapi setelah itu, selera gue semakin world music ketika gw mendengarkan beberapa album Kitaro, seperti Dream

Untungnya gue gha seeksperimental itu. Gue masih suka dengan musik mainstream yang masih gue temukan dari koleksi bokap, seperti si tante cantik bernama Sade Adu…

dan mbahnya para boyband seperti Color Me Badd (Young, Gifted, and Badd)

dan Shai (dmn gue mengenal pertama kali lagu yg berjudul “Sex” yang saat itu gue juga gha tau artinya…hahaha…)

Satu lagi..gue selalu ditanamkan untuk mencintai satu penyanyi yang menurut bokap dan nyokap gue, adalah terbaik di dunia. Siapa dia? dia adalah orang ini…

Oom Sting! All Hail Sting! hahaha…

masa remaja yang aneh
Pas menginjak SMP dan SMA, tidak ada lagi pemaksaan selera musik (sebenernya gha dipaksa juga, cuma dijejali…hehehe…). Gue bebas mendengar aliran apa saja. Pertama kali beli kaset dengan uang sendiri adalah album ini…

Oasis lah yang membuka mata gue dengan dunia Britpop. Britpop sedang maraknya saat itu, hingga gue sempet ingin memponikan rambut ala Mas Liam, cuma yah rambut kriwil-kriwil ini tidak bisa diajak kompromi…sehingga poninya pun berbentuk sangat aneh. Ska pada saat itu juga sedang merajalela. Pensi penuh dengan cowo-cowo berbaju pantai yang siap berpogo. Lama kelamaan, gue mikir…sampai kapan gue harus mengikuti setiap musik yang sedang ngetrend…masak setiap kali muncul musik baru, harus ganti kulit? Ok, sekarang saatnya untuk mencari aliran musik yang beda sama sekali. Suatu ketika, gue menemukan musik yang dibawakan oleh mas yang satu ini…

Damn…langsung gue borong semua albumnya. Soundnya sangat beda, bisa pelan, bisa bener-bener nge-beat. Gue jatuh cinta banget sama Jamiroquai (sampai sekarang). Dari mereka juga, gue mempelajari apa yang dinamakan ‘Acid Jazz’ yang masih mempengaruhi kuping gue ampe sekarang. Buat mengimbangi pikiran musik gue supaya gha terlalu fanatik, gue membeli beberapa album yang menurut gue ‘keras berirama’, seperti Filter dalam albumnya Title of The Record

dan the funky band bernama Incubus. Album Morning Viewnya emang ngepop, cuma kalo enak didenger, apa salahnya…

Ah..betapa banyaknya perubahan di masa ini. Namun belum sebanding dengan yang terjadi di stage berikutnya…

masa kuliah yang semakin aneh

Di masa yang sampe sekarang masih gue alami, gue ibaratnya seekor babi kelaparan. Semua musik gue telen bulet-bulet. Hasilnya? gue semakin gendut, montok, dan berisi. Ya ngga lah! Selera gue jadi bervariasi parah. Pertama gue menelan hasil diversifikasi aliran dari Jazz yang bernama nu-jazz, yang salah satunya dipopulerkan oleh komplotan asal Berlin yang bernama Jazzanova…

Kedua, gue menemukan kembali semangat Brit-pop yang sekian lama terpendam. Gue gha dengerin Oasis lagi sih, tapi gue beralih ke mbah-nya Oasis yang bernama The Smiths.

Ketiga, gue berkenalan lagi dengan aliran baru yang ternyata gha baru-baru amat juga, bernama post-rock. Uniknya aliran ini adalah bagaimana mereka mencampurkan beat rock dengan nada-nada gitar jazz, bass yang nge-funk, dengan gebukan drum punk. Bingung kan? Salah satu band post-rock yang sering gue denger adalah Sea and The Cake..

yang di album “Oui” yang dirilis tahun 2000, mereka ngebawain musik yang lebih cocok disebut jazz dibandingkan dengan rock…

Ah…sampai segini dulu perjalanan musik gue. Mungkin di masa mendatang akan terjadi revolusi musik di pikiran gue. Bisa saja tiba-tiba gue cinta sama country (idih..amit-amit) atau dangdut (kalo yg nyanyi Titi Kamal sih, gak apa-apa…hehehe…). Yang pasti alat utama untuk mendengarkannya adalah ini…

Hehehehe…

Greetings!